Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Special Plan: Kemenbud Luncurkan Enam Buku Sastra Klasik Indonesia dalam Bahasa Asing

Mark Jones - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

Kemenbud Luncurkan Enam Buku Sastra Klasik Indonesia dalam Bahasa Asing Special Plan - Dalam rangkaian Special Plan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud)

Special Plan: Kemenbud Luncurkan Enam Buku Sastra Klasik Indonesia dalam Bahasa Asing

Kemenbud Luncurkan Enam Buku Sastra Klasik Indonesia dalam Bahasa Asing

Special Plan – Dalam rangkaian Special Plan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Jakarta, 2 Juli 2026, diluncurkan enam karya sastra klasik Indonesia yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya nasional ke panggung dunia, sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui sastra. Terjemahan ini diharapkan dapat memperluas akses dan pemahaman masyarakat internasional terhadap nilai-nilai sastra Indonesia, yang memiliki makna mendalam dalam menjaga identitas budaya bangsa.

Komitmen Pemerintah Memperkuat Sastra Sebagai Media Komunikasi Budaya

Special Plan Kemenbud menggambarkan komitmen pemerintah untuk mengangkat sastra sebagai alat komunikasi budaya yang efektif. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan membangun kesadaran global tentang kekayaan sastra Indonesia, yang dianggap sebagai aset strategis dalam memperkuat citra negara di mata dunia. “Karya sastra klasik adalah cerminan sejarah dan jiwa bangsa. Dengan Special Plan, kita ingin memastikan karya-karya ini tidak hanya disimpan, tetapi juga dipahami dan dinikmati oleh pembaca di berbagai belahan dunia,” kata Zon.

“Melalui Special Plan ini, Kemenbud menegaskan bahwa sastra adalah pilar utama dalam memajukan kebudayaan. Karya-karya Indonesia yang dibaca oleh masyarakat internasional bukan hanya sekadar buku, tetapi juga representasi nilai-nilai kemanusiaan dan identitas Indonesia,”

Proses Terjemahan yang Teliti dan Berkelanjutan

Terjemahan enam buku tersebut memakan waktu setahun, dengan bantuan para penerjemah profesional dan ahli melalui Laboratorium Penerjemah Sastra. Proses ini dilakukan secara hati-hati untuk memastikan makna, bahasa, dan nuansa budaya dalam tiap karya tetap terjaga. “Kami melakukan riset mendalam terhadap konteks sosial dan sejarah karya-karya ini agar terjemahan tidak hanya akurat, tetapi juga relevan dalam konteks baru,” terang Annisa Rengganis, staf khusus Menteri Kebudayaan.

Dalam Special Plan, pihak Kemenbud juga menggandeng para akademisi dan seniman dari luar negeri untuk memastikan kualitas terjemahan dan mendukung penerjemahan karya-karya lain yang akan diusulkan dalam tahun-tahun berikutnya. “Kemitraan ini penting untuk memperluas wawasan dan menjaga keakuratan makna sastra Indonesia,” tambah Annisa.

Enam Buku yang Menjadi Fokus Special Plan

Buku-buku yang diluncurkan dalam Special Plan ini memadukan karya-karya sastra klasik yang bernilai tinggi. Berikut daftar enam buku yang diterjemahkan:

  • 1. Of Pain and Sorrow (Azab dan Sengsara) oleh Merari Siregar
  • 2. Two Worlds (Dua Dunia/Keajaiban di Pasar Senen) karya NH Dini
  • 3. To Lose a Treasure (Kehilangan Mestika) karya Hamidah
  • 4. Barren Land (Tanah Gersang) karya Mochtar Lubis
  • 5. A Green Paper Letter (Surat Kertas Hijau) karya Sitor Situmorang
  • 6. Ballad of The Beloved People (Balada Orang-Orang Tercinta) karya W.S. Rendra

Karya-karya ini dipilih karena memiliki makna simbolik dan dapat menggambarkan kultur Indonesia secara mendalam. Misalnya, Of Pain and Sorrow oleh Merari Siregar menggambarkan penderitaan rakyat Indonesia pada masa kolonial, sementara Barren Land Mochtar Lubis menyentuh kisah perjuangan bangsa dalam menyelamatkan identitas budaya. “Setiap buku ini adalah bagian dari Special Plan yang ingin menjadikan sastra sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan,” jelas Annisa.

Warisan Sastra sebagai Kunci Pemulihan Budaya

Dalam Special Plan, Kemenbud juga menekankan pentingnya warisan sastra sebagai fondasi pemulihan dan penguatan ekosistem budaya. Menteri Zon menambahkan bahwa terjemahan ini akan memfasilitasi akses karya-karya Indonesia ke pasar global, terutama di kalangan peneliti dan pembaca yang tertarik pada sastra klasik. “Warisan sastra tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang statis, tetapi sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda,” imbuhnya.

Special Plan ini adalah wujud upaya jangka panjang untuk menjamin bahwa sastra Indonesia tetap relevan dan dapat membangun kesadaran global tentang kaya raya budaya kita,”

Peran Sastra dalam Membangun Diplomasi Budaya

Sastra Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga alat untuk membangun hubungan internasional. Dengan Special Plan ini, Kemenbud berharap menumbuhkan minat masyarakat luar negeri terhadap karya-karya Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama dalam bidang sastra dan budaya. “Karya-karya ini menjadi kesempatan untuk membangun dialog antarbangsa melalui seni dan kehidupan budaya,” kata Annisa.

Special Plan juga menargetkan penggunaan buku-buku terjemahan ini dalam kegiatan seperti festival sastra, pameran budaya, dan pendidikan. “Kita ingin mengajak masyarakat internasional untuk merasakan daya sastra Indonesia, bukan hanya melalui konsep, tetapi melalui kisah dan perasaan yang terkandung dalam tiap kata,” jelas Zon. Karya-karya ini diharapkan dapat menjadi pilar dalam memperkuat kesadaran kolektif tentang kekayaan sastra Indonesia di tingkat global.

Gabung diskusi