Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Latest Program: Food Taipei 2026, Pangan Indonesia Bukukan Potensi Rp89,5 miliar

Daniel Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 8 views

i 2026: Pangan Indonesia Potensi Rp89,5 Miliar Ekspor Latest Program – Kementerian Perdagangan dan Paviliun Indonesia di Food Taipei 2026 mencatatkan

Latest Program: Food Taipei 2026, Pangan Indonesia Bukukan Potensi Rp89,5 miliar

Latest Program Food Taipei 2026: Pangan Indonesia Potensi Rp89,5 Miliar Ekspor

Latest Program – Kementerian Perdagangan dan Paviliun Indonesia di Food Taipei 2026 mencatatkan peningkatan signifikan dalam potensi ekspor pangan. Acara yang berlangsung di Taipei pada 2 Juli 2026 ini berhasil menarik minat pembeli internasional, dengan transaksi yang mencapai USD 5 juta, setara Rp89,5 miliar. Capaian ini menggambarkan upaya kolaboratif yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk memperkuat eksposur produk Indonesia di pasar Asia Timur.

Strategi Pemasaran dan Sinergi Lembaga Ekspor

Director Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan bahwa keberhasilan Latest Program ini didorong oleh sinergi antara Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Kementerian Perdagangan, dan organisasi seperti Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). “Latest Program ini menunjukkan bahwa produk pangan Indonesia semakin dikenal di pasar internasional, terutama Taiwan, yang memiliki potensi ekonomi besar dan permintaan tinggi terhadap produk halal dan organik,” jelas Fajarini.

“Kolaborasi antara lembaga pemerintah, asosiasi industri, dan pelaku usaha lokal sangat krusial dalam mempercepat proses ekspor. Dengan strategi pemasaran yang terarah, kami berharap bisa menciptakan lebih banyak peluang bisnis untuk produk pangan Indonesia di Asia Timur,” tulis Fajarini dalam pernyataannya.

Lebih dari 20 perusahaan Indonesia turut serta dalam paviliun yang dibuka pada 2 Juli 2026. Mereka memperkenalkan beragam produk seperti sarang burung walet, madu, boga bahari, kopi, rempah-rempah, dan olahan perikanan. Arif Sulistiyo, Kepala KDEI Taipei, menegaskan bahwa partisipasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jaringan ekspor dan membangun citra produk Indonesia sebagai pilihan utama di kalangan konsumen Taiwan.

Produk Unggulan dan Kebutuhan Pasar

Produk unggulan dari paviliun Indonesia mendapat sambutan positif dari pembeli lokal. Sarang burung walet, misalnya, menjadi favorit karena kualitasnya yang terjamin dan harga kompetitif. Sementara itu, madu dan bumbu premium juga menarik perhatian karena keunikan rasa serta nilai ekonomi tinggi. “Latest Program ini memberikan wawasan tentang kebutuhan pasar Taiwan, khususnya terhadap produk yang ramah lingkungan dan kesehatan,” tambah Nunik, pemilik Novio Indonesia, yang turut serta dalam pameran.

Kementerian Perdagangan dan KDEI Taipei terus berupaya mengoptimalkan Latest Program melalui berbagai inisiatif, seperti business matching, misi dagang, dan pameran digital. Arif menjelaskan bahwa langkah-langkah ini dirancang untuk mempermudah koneksi antara produsen Indonesia dengan pembeli asing, serta memastikan produk bisa memenuhi standar kualitas pasar internasional. “Dengan memanfaatkan platform seperti Food Taipei 2026, kami berharap bisa meningkatkan nilai ekspor pangan Indonesia secara signifikan,” katanya.

Sebagai bagian dari program terkini, keikutsertaan Indonesia di Food Taipei 2026 juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Taiwan dipilih karena memiliki 23 juta penduduk dengan daya beli tinggi, serta peran penting sebagai gateway ke pasar Asia Timur. Dengan mengejar kerja sama yang lebih erat, Kementerian Perdagangan optimis bahwa potensi Rp89,5 miliar ini bisa terwujud dalam beberapa bulan ke depan.

Latest Program ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk merambah pasar internasional. Banyak perusahaan yang sebelumnya belum terkenal di luar negeri kini mendapatkan akses langsung ke pembeli dari Taiwan. “Latest Program menjadi bukti bahwa dengan dukungan pemerintah, UKM bisa bersaing di level global,” ujar Nunik, yang mengapresiasi antusiasme pembeli di acara tersebut.

Kebutuhan pasar Taiwan terhadap produk pangan Indonesia semakin meningkat, terutama dalam sektor makanan sehat dan halal. Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah Taiwan yang mendorong penggunaan bahan baku lokal sekaligus mengakui kualitas produk dari luar negeri. Dengan memanfaatkan momentum ini, Kementerian Perdagangan berharap bisa mempercepat target ekspor pangan hingga mencapai nilai yang lebih besar di masa depan.

Gabung diskusi