Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Main Agenda: Kemensos Berdayakan KPM Jual Roti

Mark Jones - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

al Roti Main Agenda - Program Main Agenda yang dicanangkan Kementerian Sosial (Kemensos) pada tahun 2026 menunjukkan upaya serius dalam mengangkat

Main Agenda: Kemensos Berdayakan KPM Jual Roti

Kemensos Berdayakan KPM Jual Roti

Main Agenda – Program Main Agenda yang dicanangkan Kementerian Sosial (Kemensos) pada tahun 2026 menunjukkan upaya serius dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Inisiatif ini melibatkan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) sebagai penjual roti keliling. Tujuan utama dari Main Agenda ini adalah memperkuat kemampuan ekonomi KPM, sehingga mereka tidak hanya menerima bantuan tetapi juga mampu berproduksi secara mandiri. Peluncuran program ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, yang menyerahkan 100 KPM sebagai peserta uji coba.

Peran Main Agenda dalam Pemberdayaan Ekonomi

Dalam sambutan yang disampaikan di Grha Bung Karno, Klaten, Selasa 30 Juni 2026, Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Main Agenda menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif. “Melalui Main Agenda, kita berupaya mengubah paradigma bantuan sosial menjadi sarana pengembangan kapasitas masyarakat,” ungkapnya. Ia menambahkan, program ini juga bertujuan meningkatkan kemandirian melalui kegiatan produktif seperti menjual roti, yang memberikan peluang bagi KPM untuk menghasilkan pendapatan tambahan secara teratur.

“Ini adalah awal kita menyeberangi jembatan emas. Masyarakat yang sebelumnya belum mandiri, semoga lewat kolaborasi ini bisa terbantu dan hidupnya semakin sejahtera,” tambah Agus Jabo Priyono dalam wawancara khusus.

Penekanan pada Main Agenda ini mencerminkan visi pemerintah untuk mengintegrasikan bantuan sosial dengan inisiatif perekonomian, sehingga KPM tidak hanya bergantung pada penerimaan tetapi juga menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi lokal.

Kolaborasi dengan PT Sari Roti: Upaya Memperkuat Model Bisnis

Program Main Agenda ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan peran pemberdayaan dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Menurut Andi Bramantya Saputra, Regional Manager PT Sari Roti, kolaborasi antara Kemensos dan perusahaan menjadi langkah awal dalam menyediakan platform usaha yang efektif. “Kita akan memastikan setiap peserta mendapatkan peluang sesuai kemampuan dan kebutuhan,” jelas Andi dalam jumpa pers. PT Sari Roti berkomitmen untuk menyediakan alat bantu usaha seperti sepeda dan box motor, serta pelatihan teknis agar KPM bisa mengelola usaha mereka secara profesional.

KPM yang terlibat dalam program ini akan menjual roti dengan model kerja yang fleksibel. Selain itu, mereka akan dilatih dalam manajemen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis roti. “KPM yang memiliki latar belakang pendidikan tertentu bisa direkrut sebagai tenaga penjualan, sementara yang lain akan mengikuti pelatihan untuk memperkuat kompetensi,” kata Andi. Model ini bertujuan memenuhi berbagai kebutuhan KPM, baik yang berupa keterampilan maupun akses peralatan, sesuai dengan Main Agenda yang fokus pada pemberdayaan berkelanjutan.

Dalam tiga bulan pertama, peserta program akan menerima penghasilan melalui sistem komisi berdasarkan volume penjualan harian dan bulanan. Setelah masa tersebut berakhir, Kemensos dan PT Sari Roti akan menyesuaikan model penggajian agar lebih terukur. “Aset usaha akan dipinjamkan selama program berlangsung. Jika terjadi kerusakan, perusahaan akan menggantinya agar usaha tetap berjalan,” pungkas Andi. Pemenuhan kebutuhan logistik dan pemantauan kinerja KPM menjadi bagian penting dari Main Agenda ini, yang bertujuan menciptakan kestabilan finansial bagi keluarga yang terdampak ekonomi.

Kelancaran Main Agenda ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi KPM tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta. Dengan dukungan perusahaan seperti PT Sari Roti, program Kemensos ini menunjukkan bahwa keterlibatan pihak eksternal dapat mempercepat proses pemberdayaan. “Kemampuan mereka meningkat, sehingga bisa menjadi pengusaha kecil atau pelaku usaha mandiri,” ujar Andi. Hal ini sejalan dengan Main Agenda yang mengedepankan kerja sama lintas sektor untuk menciptakan ekonomi yang lebih berdaya.

Para KPM yang terlibat dalam program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Dengan pemberdayaan melalui usaha menjual roti, mereka tidak hanya memperbaiki ekonomi keluarga tetapi juga menumbuhkan semangat kerja yang kuat. “Ini adalah langkah awal, tetapi kita berharap Main Agenda bisa menjadi solusi jangka panjang,” kata Agus Jabo Priyono. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Kemensos dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Gabung diskusi