Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Special Plan: BPOM Perkuat Program Manajemen Risiko untuk Tingkatkan Ekspor Pangan Nasional

Sandra Smith - tajukpublik.com 3 mins read 6 views

BPOM Perkuat Manajemen Risiko untuk Dorong Ekspor Pangan Nasional Program Khusus untuk Pangan Steril Special Plan - Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan

Special Plan: BPOM Perkuat Program Manajemen Risiko untuk Tingkatkan Ekspor Pangan Nasional

BPOM Perkuat Manajemen Risiko untuk Dorong Ekspor Pangan Nasional

Program Khusus untuk Pangan Steril

Special Plan – Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah memperkuat Program Manajemen Risiko (PMR) sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia di pasar global. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa PMR khususnya diterapkan pada produk pangan steril yang dijual secara komersial. Menurutnya, program ini bertujuan memperpanjang masa simpan berbagai jenis makanan, termasuk produk segar dan bahan pangan yang biasanya bertahan sekitar seminggu. Dengan adanya Special Plan, BPOM berupaya memastikan bahwa kebijakan manajemen risiko tidak hanya efektif, tetapi juga fleksibel untuk berbagai segmen industri.

Strategi Ekspor yang Lebih Terstruktur

Implementasi PMR melalui Special Plan memungkinkan BPOM memastikan masa kedaluwarsa produk pangan dengan pengujian yang ketat sebelum memberikan izin. Dengan metode ini, beberapa produk bisa mencapai masa simpan hingga enam bulan, satu tahun, atau bahkan satu setengah tahun. Taruna Ikrar menjelaskan bahwa penerapan Special Plan secara ketat memberikan peluang ekspor pangan Indonesia menjadi lebih luas, seiring peningkatan jumlah produk yang dipasarkan di dalam negeri maupun luar negeri.

“Nilai ekspor pangan kita saat ini hampir mencapai 500 triliun rupiah per tahun, dan program ini bisa memperbesar potensi tersebut,” ujar Taruna setelah mengikuti Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026 di Kantor BPOM, Selasa, 30 Juni 2026.

Special Plan juga mencakup kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemeriksaan dan sertifikasi produk. Kepala BPOM mengungkapkan bahwa lembaga ini aktif merespons berbagai isu terkait makanan di negara-negara seperti Arab Saudi, Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, India, dan Australia. Respons ini dianggap strategis untuk melindungi kepentingan ekspor pangan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi signifikan.

BPOM menyarankan PMR menjadi prioritas nasional, mengingat pengawasan ketat atas pangan sangat penting untuk menjaga kualitas. Dengan adanya Special Plan, upaya ini tidak hanya terpusat pada produk steril, tetapi juga mencakup UMKM dan koperasi desa melalui merek Merah Putih. Hal ini bertujuan mendukung para pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kualitas dan daya tahan produk pangan. Dengan perluasan program tersebut, eksportir nasional diharapkan bisa lebih siap menghadapi persaingan global.

Program Special Plan didesain untuk mencakup berbagai aspek, mulai dari pengawasan rantai pasok hingga pengembangan standar internasional. BPOM juga memperkuat sistem pelaporan risiko agar data bisa digunakan untuk kebijakan yang lebih tepat. Kepala BPOM menegaskan bahwa dengan Special Plan, pemerintah dapat meningkatkan kepercayaan pelaku industri dan konsumen dalam produk pangan yang dipasarkan secara nasional maupun internasional. Hal ini menjadi pondasi untuk meningkatkan ekspor pangan hingga mencapai target yang lebih ambisius.

Pelaksanaan Special Plan saat ini sedang digencarkan untuk memastikan seluruh produsen pangan steril memiliki dokumentasi dan sertifikasi yang memadai. BPOM juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat distribusi produk ke pasar ekspor. Kepala BPOM menjelaskan bahwa langkah ini sangat krusial dalam meningkatkan ekspor pangan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti regulasi yang beragam dan persaingan ketat dari negara-negara lain. Dengan Special Plan, BPOM berharap dapat mendorong pangan Indonesia menjadi lebih unggul dan dapat bersaing secara global.

Gabung diskusi